Bandung, 27/1 (ANTARA) - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menjadi pemasok utama komponen Airframe Helikopter EC-725 dan EC-225
yang merupakan produk mutakhir dari Eurocopter.

"Helikopter EC-725 dan EC-225 merupakan pengembangan dari versi NAS-332 atau Super Puma. Pengembangannya tidak boleh mengubah sistem dan daya angkut helikopter itu," kata Vice President Airframe Eurocopter, Andreas Stoeckle di sela-sela peresmian pembuatan Airframe Heli EC-725 dan EC-225 di Hanggar PTDI Kota Bandung, Rabu.

PTDI berperan sebagai pemasok komponen tailboom (ekor) dan fuseluge (kabin) untuk helikopter terbaru dari Eurocopter itu.

Tahapan produksi oleh PTDI dimulai dengan pembuatan ekor yang dimulai pada Januari 2010 dilanjutkan dengan kabin mulai Mei 2010.

Ditargetkan ekor pertama harus diserahkan ke pabrikan Eurocopter pada Oktober 2010 sedangkkan produksi kabinnya harus diserahkan PTDI pada November 2011.

Ia menyebutkan, pada tahun kedua atau Oktober 2011, PTDI harus menyerahkan 6 unit ekor atau 1 unit setiap dua bulan.

Kemudian tahun ke-3, Oktober 2012 PTDI harus menyerahkan 10 unit ekor dan penyerahan berikutnya 12 unit per tahun atau satu unit setiap bulan selama empat tahun dan seterusnya.

Airframe, kata Andreas merupakan struktur utama pesawat terbang baik pesawat bersayap tetap maupun helikopter.

Dengan pembuatan dan penyerahan 125 unit komponen airframe, ekor dan kabin untuk Helikopter EC-725/ EC-225, perusahaan dirgantara internasional asal Eropa itu menjadikan PTDI sebagai pemasok utama komponen airframe berkelas dunia.

"Paket ini bernilai lebih dari 50 persen dalam pembuatan 4.000 bagian dasar serta 500 pekerjaan sub-assembly untuk merakit komponen utama," kata Andreas Stoeckle.

Sementara itu, Dirut PTDI Budi Santoso menargetkan perusahaan dirgantara nasional itu untuk menjadi pemasok utama komponen bagi perusahaan-perusahaan dirgantara dunia.

"Kepercayaan dunia terhadap PTDI terus meningkat, dan ke depan PTDI siap jadi pemasok utama komponen pesawat-pesawat terbang di dunia," kata Budi Santoso menambahkan.

Budi menyebutkan, pesawat EC-725 dan EC-225 akan menggantikan helikopter Super Puma yang diharapkan bisa digunakan juga di Indonesia.

"Tiga Super Puma terakhir dibuat PTDI, dan ditargetkan tuntas pada 2010 ini dan bisa diserahkan ke Hankam sebagai pemesan," kata Dirut PTDI itu menambahkan.

Syarif Abdullah
(T.S033/B/Z003/C/Z003) 27-01-2010 11:23:08