Bandung, 6/9 (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan, di Bandung, Senin, menyatakan kartu Lebaran yang dibuat bukan atas nama pribadi namun atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kartu Lebaran itu dibuat bukan untuk pribadi, melainkan atas nama Pemprov Jabar. Sesuai dengan UU maka gubernur adalah representatif Pemerintah Provinsi Jabar," kata Heryawan dalam siaran persnya terkait pengiriman 350 ribu Kartu Lebaran yang dipermasalahkan sejumlah elemen masyarakat karena dianggap pemborosan anggaran.

Menurut Heryawan, terdapat tiga komponen utama dalam desain kartu yang menunjukkan bahwa kartu itu bukan untuk pribadi yakni ditandatangani Gubernur/ Wakil Guberbur Jabar yang dicantumkan di bawah frasa Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Lambang Daerah Jabar.

Kemudian, kata dia dilengkapi dengan alamat resmi kantor di Jalan Diponegoro No.22 Bandung serta gambar latar Gedung Sate yang merupakan Kantor Gubernur Jabar.

"Bila untuk kepentingan pribadi, maka sudah pasti tidak ada pencantuman jabatan resmi, logo pemerintahan dan alamat kantor, sehingga semuanya menunjukkan kepentingan kedinasan," katanya.

Menurut dia bukan hal yang dilarang jika seorang Gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat, memilih cara berkomunikasi melalui kiriman Kartu Lebaran. Dengan cara itu, Gubernur ingin memperhatikan warganya melalui selembar ucapan permohonan maaf di hari yang istimewa, Idul Fitri 1431 Hijriah.

Kartu Lebaran merupakan wujud penghargaan yang tinggi atas dukungan dan doa warga Jawa Barat atas tugas yang menjadi amanahnya. Sekaligus wujud komitmen dan tanggung jawab moral berbagi kebahagiaan di hari yang Fitri bagi warganya.

"Nilai rasa, perhatian, silaturahim, keakraban dan kebahagiaan tidak bisa di kalkulasi dengan rupiah. Saya yakin Kartu Ucapan Lebaran lebih mampu menghadirkan ruang visual dan ruang teks yang lebih dekat bagi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menyapa warganya," kata Heryawan.

Menurut dia, pilihan mengirim Kartu Lebaran bukan hal yang salah.

"Mengirim pesan singkat atau SMS juga saya tempuh, apalagi jumlah kartu yang akan dikirim kurang dari 1 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat," kata Heryawan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan keprihatinan sekaligus apresiasi terkait perkembangan informasi yang ada di tengah masyarakat yang menyoal rencana mengirim Kartu Lebaran.

Informasi yang tidak lengkap dan cenderung bias itu telah mendorong sejumlah elemen masyarakat bereaksi berlebihan.

"Mudah-mudahan semua reaksi itu merupakan bukti tulus dalam memberikan kritik dan masukan bagi kemajuan Jawa Barat ke depan. Tentunya dengan niat murni menjalin silaturahim, jauh dari kepentingan lain," kata Gubernur Heryawan menambahkan.*
(S033/B013)