Bandung, 15/10 (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan, pihaknya menunggu pengusulan upah minimum untuk karyawan di tiap daerah untuk tahun 2011.

"Sekarang kita sudah mendesak agar LKS Tripartit, Dewan Pengupahan kabupaten/kota agar segera mengusulkan UMK di masing-masing daerah," kata Ahmad Heryawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan mantan Gubernur Jabar Solihin GP, di Kota Bandung, Jumat.

Meskipun penetapan UMK dan angka kebutuhan hidup layak (KHL) masih lama, kata dia, sebagai bentuk antisipasi pihaknya sudah mendesak agar LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan segera melakukan pembahasan UMK dan angka KHL di tiap kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.

"Kalau ngak salah 40 hari sebelum tanggal 1 Januari 2011, penetapan UMK dan angka KHL harus sudah dilakukan. Berarti tanggal 20 November semuanya sudah beres," ujar Heryawan.

Menurut dia, Pemprov Jabar sedang menyamakan metedologi perhitungan UMK dan angka KHL.

"Ada metodologinya, yang jelas saat ini pemerintah provinsi sedang menyamakan metedologi perhitungannya," katanya.

Ia menambahkan, untuk 2010 pihaknya tidak akan menerbitkan Keputusan Gubernur tentang Upah Minimum Provinsi (UMP).

Berdasarkan data Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, dari 26 kabupaten/kota di Jabar, UMK terendah ada di Kabupaten Sukabumi yakni sebesar Rp671.500, sementara Kabupaten Bekasi menjadi yang tertinggi yaitu sebesar Rp1.168.974
UMK tahun 2010 mengalami peningkatan antara 5-11 persen. Kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Subang sebesar 11,4 persen, sementara kenaikan terendah ada di Kabupaten Garut sebesar 5 persen dari UMK tahun 2009.***3***

Ajat S