ANTARAJAWABARAT.com,30/6 - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengakui jika warganya masih banyak yang kurang menyadari pentingnya imunisasi bagi kesehatan, mayoritas mereka tinggal di pelosok perdesaan.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Penanggulangan Penyakit (PLP2) Dinas Kesehatan KBB, Teddy Sulaksana, Kamis, mengatakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi bukanlah pekerjaan mudah.

Padahal, menurut dia, imunisasi merupakan suatu cara yang efektif untuk memberikan kekebalan khusus terhadap seseorang yang sehat, dengan tujuan utama untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
"Tidak sedikit warga yang berpandangan jika imunisasi itu tidak penting. Selain itu juga faktor kelemahan petugas yang kurang berhasil memotiviasi masyarakat untuk datang ke posyandu. Ketidakmampuan petugas menyebabkan orangtua yang masih memiliki bayi tidak tertarik untuk datang ke posyandu. Di KBB minimalnya satu desa memiliki satu orang tenaga bidan," kata Teddy.

Teddy mengatakan, peran seorang bidan dalam membantu peningkatan kesehatan warga itu cukup penting, sebab tugas bidan bukan hanya untuk menyuntik, tapi juga memberikan motivasi kepada orang tua yang masih memiliki bayi supaya bersedia anaknya diberikan imnunisasi.

"Meski begitu, cakupan imunisasi dasar lengkap bayi atau Universal Child Immunization (UCI) desa di KBB tahun 2010 menduduki peringkat lima se-Jawa Barat. Prestasi ini meningkat dibandingkan tahun 2009 yang hanya menduduki peringkat 18. Ini artinya, capaian imunisasi dasar bayi di desa yang mencapai 80% lebih dari jumlah bayi yang ada," menurutnya.

Cakupan imunisasi lengkap itu setidaknya seorang bayi harus mendapat empat jenis antigen, yaitu imunisasi BCG, Polio 4, DPT-HB, dan campak. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri atas BCG sekali, DPT tiga kali, polio empat kali, HB tiga kali, dan campak sekali.***4***
(U.pso-215/C/Y008/B/Y008) 30-06-2011 13:52:28