» Info Jabar
26 Oktober 2008 s/d 00 0000
KEMBALI JADI BUPATI, DEDI SUPARDI DIGUNDUL
Topik :
Cirebon, 26/10 (ANTARA) - Begitu mengetahui hasil hitung cepat dari semua TPS oleh Tim PGRI Kabupaten Cirebon memastikan incumben menang, Bupati Dedi Supardi langsung menggundul rambut di rumah pribadinya di Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Minggu sore.

Begitu keluar kamar, ratusan simpatisan yang menunggu di rumahnya itu, kaget karena ternyata Dedi Supardi nyaris tidak menyisakan rambut di kepala kecuali kumisnya yanng masih dibiarkan tebal.

Bupati bersama pasangannya Ason Sukasa kemudian mendapat selamat dari ratusan Relawan Dedi Supardi.

Istri Bupati Ibu Sri Heviyana Supardi bersama putri pertamannya juga mendapat ucapan selamat dari puluhan ibu-ibu.

Menurut Bupati, perintah digundul didapat melalui isarah adanya tangan yang menyentuh rambut di kepala usai menziarahi makam Mbah Kuwu Cerbon di Kecamatan Talun, Minggu dinihari.

Mbah Kuwu Cerbon merupakan pendiri pedukuhan Caruban yang kemudian berkembang menjadi Kota Pelabuhan Cirebon.

"Seperti ada tangan yang menyentuh rambut saya, dan saya paham itu artinya ada perintah untuk mengundul kepala jika niatnya dikabulkan Allah. Saya langsung meminta izin istri untuk digundul begitu mengetahui kemenangan sudah ditangan. Jam 16.30 tadi saya langsung digundul," katanya.


Isarah
Ia mengungkapkan, isarah kemenangan sudah masuk melalui batin pada Minggu pagi sekitar pukul 04.00 usai melakukan ziarah di Makam Mbah Kuwu Cirebon dan Makam Ibunya di Cilimus, Kuningan.

"Ada satu isarah bahwa saya akan menang, sehingga saya optimis hasil akhir tidak akan jauh berbeda dengan prediksi sebelummnya," katanya yang didukung PDIP, Golkar, PAN, Demokrat dan PBB.

Ia mengungkapkan, prediksi suara itu antara hitungan umurnya yang mendekati 50 tahun dan tahun lahirnya 58. "Ternyata sekitar itulah raihan suara saya," katanya.

Seperti diketahui, hasil hitung cepat dari guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon yang selesai pukul 16.00 WIB dari seluruh TPS menunjukkan pasangan incumben Dedi Supardi - Ason Sukasa atau Desa mendapat 486.085 suara atau 51,21 persen, unggul atas dua pasangan lainnya.

Menurut Ketua I PGRI Kabupaten Cirebon Sutanto Habsi, dua pasangan lainnya yaitu Djakaria Mahmud-PRA Arief Natadiningrat (Damar) mendapat 374.114 suara atau 38,64 persen dan pasangan jalur perseorangan Sunjaya-Abdul Hayii (Sah) hanya dapat 107.911 suara atau 11,15 persen.

Ia menjelaskan, tingkat partisipasi hanya 64,08 persen dari jumlah yang mempunyai hak pilih sebanyak 1.510.699 orang.

Data hitung cepat juga menunjukkan dari 40 kecamatan ternyata pasangan Desa hanya kalah di lima kecamatan yaitu Karangwareng, Astanajapura, Lemahabang, Weru dan Waled.

Desa kalah tipis di dua kecamatan yaitu di Lemahabang dimana Desa mendapat 10.230 sedangkan Damar meraih 10.678 serta kecamatan Weru dimana Desa mendapat 13.603 sementara Damar mendapat 13.979.

Hasil suara itu tidak berbeda jauh dengan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Parameter yang berakhir lima hari lalu, dimana pasangan Desa tercatatl meraih 53,3 persen dibanding pasangan Djakaria Mahmud-Arief Natadiningrat (Damar) yang mendapat 31,2 persen, dan pasangan Sunjaya Purwadi-H Abdul Hayyi (Sah) yang merupakan pasangan perseorangan mendapat 13,6 persen.
Tempat :
Pengirim : Budi Santoso
26 Oktober 2008 s/d 00 0000
HITUNG CEPAT PGRI : DESA UNGGUL 50,21 PERSEN
Topik :
Cirebon, 26/10 (ANTARA) - Hasil hitung cepat dari guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon dari seluruh TPS menunjukkan pasangan incumben Dedi Supardi - Ason Sukasa (Desa) mendapat 486.085 suara atau 51,21 persen, unggul atas dua pasangan lainnya.

Menurut Ketua I PGRI Kabupaten Cirebon Sutanto Habsi, di Sumber, Minggu sore, dua pasangan lainnya yaitu Djakaria Mahmud - PRA Arief Natadiningrat (Damar) mendapat 374.114 suara atau 38,64 persen dan pasangan jalur perseorangan Sunjaya - Abdul Hayii (Sah) hanya dapat 107.911 suara atau 11,15 persen.

Ia menjelaskan, tingkat partisipasi pemilih hanya 64,08 persen dari jumlah yang mempunyai hak pilih sebanyak 1.510.699 orang.

Data hitung cepat juga menunjukkan dari 40 kecamatan ternyata pasangan Desa hanya kalah di lima kecamatan yaitu Karangwareng, Astanajapura, Lemahabang, Weru dan Waled.

Desa kalah tipis di dua kecamatan yaitu di Lemahabang dimana Desa mendapat 10.230 sedangkan Damar meraih 10.678 serta kecamatan Weru dimana Desa mendapat 13.603 sementara Damar mendapat 13.979.

Hasil suara itu tidak berbeda jauh dengan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Parameter yang berakhir lima hari lalu, dimana pasangan Desa tercatatl meraih 53,3 persen dibanding pasangan Djakaria Mahmud - Arief Natadiningrat (Damar) yang mendapat 31,2 persen, dan pasangan Sunjaya Purwadi - Abdul Hayyi (Sah) yang merupakan pasangan perseorangan mendapat 13,6 persen.

Saat itu Direktur Parameter Agus Ariwibowo mengatakan, hasil survei dilakukan tanggal 25 September sampai 21 Oktoiber 2008 dengan margin error 3,78 persen.

Pennelitian itu menurut dosen Universitas Maranatha Bandung, menggunakan metode multistage random sampling dengan mengambil sample 670 responden tersebar di 86 desa di 26 kecamatan.

LSM itu juga pernah melakukan survei serupa untuk Pilkada Kabupaten Kuningan yang juga dilaksanakan bulan Oktober ini dengan hasil yang tidak jauh berbeda dengan penghitungan KPUD setempat.

Penurunan suara Desa saat pencoblosan dibanding hasil survei lima hari sebelumnya diduga sangat dipengaruhi kondisi lima hari terakhir antara lain ditandai unjurasa dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi ke DPRD Kabupaten Cirebon dan banyaknya protes atas pidato Megawati yang mengkritik Pemerintahan SBY-JK pada kampanye Desa terakhir di Ranggajati, Sumber.

Sejumlah kader partai Demokrat dan Partai Golkar kecewa dengan pidato Megawati, padahal dua partai itu adalah partai pendukung pasangan Desa selain PDIP, PAN dan PBB.
Tempat :
Pengirim : Budi Santoso
26 Oktober 2008 s/d 00 0000
KAOPS POLDA JABAR : WASPADAI PASCA PENCOBLOSAN SUARA
Topik :
Cirebon, 26/10 (ANTARA) - Kepala Operasi (Kaops) Polda Jabar Kombes Sudarmanto, meminta aparat Polres Cirebon mewaspadai pelaksanaan penghitungan suara baik di TPS, PPK, maupun di KPUD Kabupaten Cirebon karena rawan konflik akibat ada salah satu pihak yang merasa tidak puas.

"Kami sudah meminta kepada jajaran kepolisian yang bertugas di wilayah Kabupaten Cirebon agar meningkatkan kewaspadaan dalam pelaksanaan penghitungan suara baik di TPS maupun di PPK dan KPUD karena sangat rawan konflik," katanya kepaada wartawan usai melakukan peninjauan di TPS 9 Desa/Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu siang.

Sudarmanto yang didampingi Kapolwil Cirebon Kombes Naser Amir, Wakil Bupati Cirebon Nurasyik, Kepala Bakorwil Cirebon Nunung Sahnuri, dan Kapolres Cirebon AKBP Edy Musthofa, menjelaskan, sampai saat ini dari hasil pantuan dan laporan jajarannya, pelaksanaan pilkada berjalan lancar dan aman terkendali, bahkan tidak ditemukan indikasi adanya kerusuhan dari ekses pemilihan kepala daerah di Kabupaten Cirebon.

"Potensi konflik di Kabupaten Cirebon memang bisa saja terjadi. Namun, sejauh ini dalam kondisi kondusif. Mudah-mudahan hal ini bisa berjalan hingga menghasilkan kepala daerah yang baru pilihan rakyat," katanya.

Sementara itu, Kapolwil Cirebon Kombes Naser Amir menegaskan jumlah personil kepolisian yang diturunkan untuk mengamankan Pilkada Kabupaten Cirebon mencapai 2.000 personil yaitu 1.000 dari Polres Cirebon dan sisanya merupakan bantuan anggota dari Polda Jabar dan Polres Kota Cirebon serta Polres Indramayu.

"Saya berharap, semua pihak menghormati deklarasi Pilkada Damai yang ditandatangai tiga pasangan calon, bahkan sudah menyatakan siap kalah sehingga harus menerima apapun hasil pilihan rakyat," katanya.

Ia mengatakan, semua TPS sudah melaksanakan pemungutan suara dengan lancar sehingga diharapkan penghitungan suara juga bisa berjalan lancar termasuk distribusi kotak suara sampai ke KPUD Kabupaten Cirebon.

"Kalau ada ketidakpuasan sebaiknya dilaporkan pada jalur yang benar dan tidak perlu memprovokasi massa yang bisa berakibat munculnya situasi yang tidak kondusif," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya pasangan incumben calon bupati dan wakil bupati (Cabup/cawabup) Dedi Supardi-Ason Sukasa (DESA) yang diusung sejumlah partai besar untuk sementara unggul dalam perolehan suara dibanding dua pasangan lainnya yakni Djakaria Machmud-Arif Natadiningrat (DAMAR) dan Sonjaya-Abdul Hayyi (SAH).

Berdasarkan hasil perhitungan cepat sementara yang dilakukan PGRI Kab. Cirebon hingga pukul 15.00 wib, pasangan DESA memperoleh 259.043 suara (52,31 persen), pasangan DAMAR 180.543 suara (36,46 persen) dan pasangan memperoleh SAH 55637 suara (11,23 persen).
Tempat :
Pengirim : Budi Santoso
26 Oktober 2008 s/d 00 0000
PASANGAN INCUMBEN BUPATI CIREBON MASIH UNGGUL SEMENTARA
Topik :
Cirebon, 26/10 (ANTARA) - Pasangan incumben calon bupati dan wakil bupati (Cabup/cawabup) Dedi Supardi-Ason Sukasa (DESA) yang diusung sejumlah partai besar untuk sementara unggul dalam perolehan suara dibanding dua pasangan lainnya yakni Djakaria Machmud-Arief Natadiningrat (DAMAR) dan Sonjaya-Abdul Hayyi (SAH).

Berdasarkan hasil perhitungan cepat sementara yang dilakukan PGRI Kab. Cirebon hingga pukul 15.00 wib, pasangan DESA memperoleh 259.043 suara (52,31 persen), pasangan DAMAR 180.543 suara (36,46 persen) dan pasangan memperoleh SAH 55637 suara (11,23 persen)
Hasil suara yang terhitung tersebut jelas masih jauh jika dibandingkan dengan jumlah pemilih yang mencapai 1.510.699 orang, namun kemungkinan tidak banyak perubahan karena tidak ada satu kecamatan yang begitu menonjol pada salah satu calon, artinya kekuatan suara cukup menyebar.

Hasil itu tidak jauh berbeda dengan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Parameter yang berakhir lima hari lalu, dimana pasangan incumben Dedi Supardi dengan Ason Sukasa atau "Desa" berhasil meraih 53,3 persen dibanding pasangan Djakaria Mahmud-Arief Natadiningrat (Damar) yang mendapat 31,2 persen, dan pasangan Sunjaya Purwadi-H Abdul Hayyi (Sah) yang merupakan pasangan perseorangan mendapat 13,6 persen.

Saat itu Direktur Parameter Agus Ariwibowo mengatakan, hasil survei dilakukan tanggal 25 September sampai 21 Oktoiber 2008 dengan margin error 3,78 persen.

Penelitian itu menurut dosen Universitas Maranatha Bandung, menggunakan metode multistage random sampling dengan mengambil sample 670 responden tersebar di 86 desa di 26 kecamatan.

LSM itu juga pernah melakukan survei serupa untuk Pilkada Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang juga dilaksanakan bulan Oktober ini dengan hasil yang tidak jauh berbeda dengan penghitungan resmi KPUD setempat.

Tempat :
Pengirim : Budi Santoso
26 Oktober 2008 s/d 00 0000
SUNJAYA NILAI ADA UPAYA PENDZOLIMAN
Topik :
Cirebon, 26/10 (ANTARA) - Calon bupati Cirebon dari jalur perseorangan H Sunjaya Purwadi menilai pelaksanaan pemungutan suara di Pilkada Kabupaten Cirebon, Minggu, seperti ada upaya pendzoliman karena banyak ditemui pelanggaran-pelanggaran.

"Saya mendapat banyak laporan dari sejumlah TPS terkait ada pelanggaran, tetapi mau lapor itu seperti dipingpong antara KPU dan Panwaslu," kata Sunjaya Purwadi yang turun memantau ke sejumlah TPS di Kabupaten Cirebon, Minggu siang.

Ia mencontohkan, ada istri ketua KPPS Ibu Siti Fatimah di TPS 1 Desa Tawangsari membagi-bagikan gambar salah satu calon, lalu di Desa Purbawinangun, saksi pasangan Sah ditolak oleh Ketua TPS karena datang terlambat, dan di Desa Slendra ada bagi-bagi uang Rp10 ribu untuk memilih salah satu calon.

"Ini baru laporan sementara, mungkin nanti kalau dikumpulkan jumlahnya lebih banyak. Ini pendzoliman," katanya.
Berdasarkan pantauan ANTARA, ada juga TPS yang tidak mempunyai saksi dari tiga pasangan calon, namun tetap saja dilanjutkan seperti terjadi di TPS 7 Desa Suranenggala Lor, Kecamatan Suranenggala.

Ketua TPS 7 Sunaji mengatakan, tidak ada masalah tidak ada saksi karena saksinya nanti adalah masyarakat yang hadir selama pencoblosan dan penghitungan suara.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, pasangan Sunjaya-Abdul Hayii atau Sah unggul telak di Desa Beberan, Kecamatan Palimanan yang merupakan tempat tinggal Sunjaya.

Hasil perhitungan dari 7 TPS di Desa Beberan menunjukkan pasangan Sah unggul dengan meraih 1.720 suara, sementara pasangan incumben Dedi Supardi-Ason Sukasa atau Desa meraih 390 suara dan pasangan Djakaria-Arief atau Damar meraih 156 suara. Sementara jumlah suara tak sah ada 51 suara.

Khusus di TPS 4, tempat Sunjaya dan istri melakukan pencoblosan jumlah suara untuk Sah juga menang telak dengan raihan 366 suara, sementara Desa 20 suara dan Damar 18 suara.

Minggu sore ini sekitar pukul 16.30 WIB, PGRI Kabupaten Cirebon akan mengumumkan hasil qiuck count di SMP PGRI Sumber.
Tempat :
Pengirim : Budi Santoso
21 Oktober 2008 s/d 00 0000
PANWASLU NILAI MEGAWATI LAKUKAN "BLACK CAMPAIGN"
Topik :
Cirebon, 21/10 (ANTARA) - Kampanye yang dilakukan Megawati Soekarnoputri di Lapangan Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, saat menjadi jurkam pasangan Desa bisa dikategorikan sebagai "Black Campaign" atau kampanye hitam, kata anggota Panwaslu Kabupaten Cirebon, Nunu Sobari SH, di Sumber, Selasa.

"Apa yang dilakukan Megawati bisa dikategorikan sebagai black campaign, namun saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti sebelum memutuskan langkah apa yang akan diambil Panwaslu," katanya.

Ia juga menilai, ajakan Megawati untuk memilih kembali dirinya sebagai Presiden pada kampanye pasangan Desa kemarin dianggap menyalahi aturan karena kampanye kemarin merupakan kampanye untuk pemilihan bupati Cirebon dan bukan pemilihan presiden.

Seperti diketahui, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, hadir sebagai juru kampanye pasangan incumben Dedi Supardi-Ason Sukasa (Desa) pada Senin (20/10) siang kemarin, tetapi materi yang disampaikan Megawati justru mengkampanyekan dirinya sendiri sebagai calon presiden sekaligus meminta dukungan kepada massa yang hadir.

Mega saat itu juga mempertanyakan kebijakan ekonomi dan harga-harga yang semakin tinggi di era pemerintah saat ini yang dipimpin duet Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf kalla, padahal Partai Demokrat dan Golkar sendiri merupakan pendukung dari pasangan Desa (Dedi Supardi-Ason Sukasa).

Akibat materi kampanye itu, anggota Partai Demokrat sendiri mendesak agar dukungan terhadap pasangan bupati Dedi Supardi-Ason Sukasa (Desa) dicabut.

Hal itu diungkapkan Ade Firmansyah, pengurus Partai Demokrat Kabupaten Cirebon sekaligus anggota DPRD Kabupaten Cirebon. Ia mendesak kepada Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Cirebon, Agus Euffendi, untuk mencabut dukungannya kepada pasangan Desa.

"Apa yang dilakukan Megawati saat kampanye kemarin telah melecehkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua dewan pembina Partai Demokrat," katanya.

Menurut Ade, Megawati tidak menghargai fungsionaris partai lain yang hadir pada kampanye itu, bahkan berani mengkritik Pemerintahan SBY-JK sehingga sebagai kader Partai Demokrat harus melakukan tindakan tegas berupa penarikan dukungan atas pasangan Desa yang diusung PDI Perjuangan.

Sementara itu ANTARA belum berhasil menghubungi Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Cirebon, Agus Effendi, melalui dua nomor ponsel yang biasanya digunakan.

Sebelumnya, Pengurus Partai Demokrat Kota Cirebon, Agus Prayoga SH, yang juga turut hadir dalam kampanye tersebut menyatakan sangat tidak etis Megawati Soekarnoputri melakukan kampanye untuk dirinya sendiri sebagai Presiden, apalagi menilai isi kampanyenya mengkritik pemerintahan yang sekarang.

"Mengapa ia justru mengkampanyekan dirinya sendiri sebagai presiden, padahal kampanye hari ini adalah pasangan yang diusung partai lain seperti Golkar, Demokrat dan PAN," katanya
Ia justru memuji sikap Ketua DPR Agung Laksono yang juga hadir sebagai jurkam dan mampu menempatkan diri sebagai jurkam pasangan Desa tanpa menyinggung kampanye untuk partainya sendiri.

"Yang dipromosikan itu pasangan Desa sehingga sewajarnya kampanye itu berisi ajakan untuk saling kompak antar sesama partai pendukung supaya pasangan itu bisa menang," katanya.

Tempat :
Pengirim : Budi Santoso
21 Oktober 2008 s/d 00 0000
BAWA KAYU ILEGAL, NASIR DITUNTUT 5 TAHUN
Topik :
Cirebon, 21/10 (ANTARA) - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut H Nasir (55), Direktur PT Pera Putri Bahari hukuman lima tahun penjara potong masa tahanan serta denda Rp10 juta subsider enam bulan kurangan pada sidang di Pengadilan Negeri Cirebon, Selasa.

Jaksa penuntut umum (JPU) Rahmat Zachry, S.H. menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 50 ayat 3 huruf f jo pasal 78 ayat 5 UU RI No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan karena dengan sengaja menerima titipan hasil hutan yang diduga berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah.

"Terdakwa juga dinilai telah turut serta dalam praktik illegal logging karena dia menerima titipan kayu yang diangkut Kapal Layar Motor (KLM) Harta Selamat. Kayu itu merupakan kayu olahan dan rimba campuran dari Kab. Ketapang Kalimantan Barat," katanya.

Menurut Jaksa, pengangkutan kayu itu melanggar dokumen Faktur Angkutan Kayu Olahan (FAKO).

Kapal bermuatan sekitar sebanyak 1.859 batang atau sebanyak 179.791 m3 itu saat masuk ke Pelabuhan Cirebon 3 April 2008 lalu, langsung diamankan petugas.

Tuntutan tersebut membuat Nasir merah padam sambil mengeleng-gelengkan kepala tanda tidak puas atas tuntutan Jaksa.

"Tuntutan itu tidak layak untuk saya," katanya usai sidang sebelum petugas membawa kembali terdakwa ke mobil tahanan.

Tempat :
Pengirim : Budi Santoso
21 Oktober 2008 s/d 00 0000
ABG (BEACH KABADDI) - INDIA BERPELUANG KAWINKAN EMAS KABADDI
Topik :
Nusa Dua, Bali, 21/10 (ANTARA) - India berpeluang besar mengawinkan medali emas dari cabang kabaddi setelah tim putra dan putri negara itu menembus final pada "1St Asian Beach Games Bali 2008" di Pantai Nusa Dua Bali, Selasa.

Baik tim putra maupun putri India, menempati unggulan pertama pada ajang ABG Bali 2008 itu.

Pada babak final, regu putra India akan berhadapan dengan Pakistan dan tim putri "Negeri Gangga" itu akan berhadapan dengan regu Thailand.

"Harapan kami memang dua emas itu kami raih, kesempatan itu ada dan tidak akan di sia-siakan," kata Pelatih Tim Putri India, R Sharma.

Tim Putri India yang datang dengan status Juara Dunia, jelas merupakan tantangan sendiri bagi Thailand yang pada babak eliminasi dikalahkan tim negeri Asia Selatan itu.

Thailand sendiri tidak menunjukkan perubahan performance, hal itu terlihat saat bertanding lawan Indonesia pada partai terakhir tim itu, Selasa petang.

"Teknik permainan India masih unggul dibanding lainnya, pengalaman bertanding tim itu sudah lama. India saya kira realita kekuatan kabaddi saat ini," komentar Manajer Tim Kabaddi Indonesia, Agung Ardhana.

Namun disamping itu, pada bagian putra tim Pakistan mempunyai power yang lebih merata.

Sehingga kata Agung partai puncak akan menjadi pertarungan ketat yang mengandalkan teknik tinggi yang diwakili India dengan keunggulan power tim Pakistan.

"Sulit bagi tim manapun menghadang India, saya kira pertemuan Pakistan vs India di final memang layak," katanya.

Sementara itu beberapa atlit kabaddi menganggap kedua tim akan berimbang.

"Saya kira India maupun Pakistan belum mengeluarkan seluruh kemapuannya, baru di final besok mereka all out. Kekuatan mereka berimbang," kata Ariana, atlit kabaddi Indonesia.

"Peluang keduanya 50:50, sulit memprediksi. Kemenangan sempurna mereka pada laga eliminasi merupakan bukti kekuatan kedua tim itu," ujar pemain lainnya.
Tempat :
Pengirim : Syarif Abdullah
21 Oktober 2008 s/d 00 0000
MAMPUS LAPORKAN TUJUH POLITISI BUSUK
Topik :
Bandung, 21/10 (ANTARA) - Masyarakat Melawan Politisi Busuk (Mampus) melaporkan tujuh orang politisi busuk atau bermasalah yang masuk ke dalam Daftar Calon Sementara (DCS) DPRD Kota Bandung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Selasa.

Perwakilan Mampus, Surya kepada wartawan di Kantor KPU Kota Bandung memaparkan ketujuh politisi busuk itu adalah Adi Mulyadi, Johnny Hidayat (Partai Golkar), Deden Rumaji, Yuswari (PAN), Kadar Slamet (Partai Demokrat), Lia Noer Hambali (PPP) dan Mukhsin Al Fikri (PBB).

"Mereka memiliki berbagai macam masalah sehingga masyarakat meminta KPU untuk mencoret namanya karena tidak pantas duduk di kursi dewan," kata Surya.

Berbagai laporan dari masyarakat yang masuk ke Mampus melalui surat, website atau pelaporan secara langsung menyatakan Adi Mulyadi dan Johnny Hidayat seringkali melakukan intimidasi dan kekerasan.

Sedangkan Kadar Slamet saat ini tengah menjadi calon tersangka atas pelaporan masyarakat karena melakukan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Untuk Lia Noer Hambali yang saat ini merupakan anggota DPRD Kota Bandung pernah bermasalahan hukum karena penggelapan uang koperasi," ujarnya.

Mampus meminta KPU untuk segera melakukan verifikasi atas adanya indikasi masalah hukum ini.

Sementara itu Ketua KPU Kota Bandung, Benny Moestofa mengatakan pihaknya tetap menerima laporan ini meski waktu tanggapan telah habis.

"Kami akan segera melakukan klarifikasi kepada partai politik sebelum menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada akhir Oktober mendatang," katanya.
Tempat :
Pengirim : Isyati Putri N
21 Oktober 2008 s/d 00 0000
WARGA BANDUNG AKHIRNYA DITEMUKAN TEWAS TERAPUNG
Topik :
Garut, 21/10 (ANTARA) - Atep (11), warga Kampung Sindang Sari RT 03/13 Desa Tribakti Mulya Kecamatan Pangalengan Bandung, Jawa Barat, yang kemarin hilang digulung ombak akhirnya diketemukan tewas terapung di kawasan pantai Cilame Kecamatan Caringin, Garut, Selasa sore sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban diketemukan tim penyelamat dari berbagai unsur pemerintahan dan warga setempat, setelah sebelumnya diinformasikan oleh nelayan adanya sosok benda kehitaman yang terapung.

Menurut Camat Caringin Hj Uum Suhartini, informasi itu ditindaklanjuti lalu dilakukan pengejaran dengan perahu karet dan setelah diteliti memang benar sosok hitam itu tidak lain Atep, wisatawan yang Senin pagi kemarin hilang ditelan ombak.

Selain korban mengalami luka memar pada bagian kepala dan kulitnya lecet, perut korban terlihat sudah menggelembung terisi banyak air.

Tiga orang wisatawan asal Bandung, Senin (20/10) lalu pukul 10.00 WIB tergulung ombak, namun dua lainnya bisa menyelamatkan diri, sementara Atep menghilang tergulung ombak.

Sebelumnya korban bersama puluhan wisatawan Pangalengan Bandung bersuka-ria berenang di Pantai Cilame setelah menempuh perjalanan dengan menggunakan truk terbuka melintasi Kecamatan Talegong, Garut.

Sebagian besar rombongan wisatawan itu masih berada di lokasi untuk ikut mencari korban, sementara kedua orang tua korban yaitu Idin (37) dan istrinya Ny Enyi terpaksa pulang lebih dulu ke Pangalengan karena depresi.

Mayat korban diserahkan kepada paman korban, Hidayat yang masih ada di sekitar Pantai Cilame, kemudian segera dibawa ke kampung halamannnya di Pangalengan, Bandung.

Almarhum Atep merupakan anak sulung dari tiga bersaudara yang berprofesi sebagai petani dan penjual sayuran di Pangalengan.

Petugas Satlak-PB Kabupaten Garut, Imat Ruchimat mengatakan, pantai landai Cilame yang berada sekitar 105 km arah selatan dari Pusat Kota Garut mempunyai karakteristik adanya arus laut yang sering berubah-ubah karena berhadapan langsung dengan perairan Samudera Hindia.

Tempat :
Pengirim : John Doddy Hidayat
<< First | < Previous | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | Next > | Last >>